|

Cara Menghitung Tonase Belt Scale: Rumus, Contoh, dan Faktor Koreksi

Angka tonase pada layar integrator terlihat sederhana: satu baris laju aliran per jam dan satu baris total akumulasi. Namun di balik dua angka itu ada perhitungan yang berjalan ribuan kali per menit, dan pemahaman atas perhitungan tersebut sangat membantu ketika data yang keluar dipertanyakan.

Karena itu artikel ini menjelaskan cara menghitung tonase belt scale mulai dari rumus dasar, contoh perhitungan dengan angka nyata, hingga faktor koreksi yang membuat hasil hitungan berbeda dengan kenyataan di lapangan. Semua rumus di sini adalah rumus yang dipakai oleh integrator, sehingga dapat dipakai untuk memverifikasi apakah angka pada layar masuk akal.

Dua Variabel yang Diukur Belt Scale

Belt scale hanya mengukur dua hal. Pertama, beban material per satuan panjang belt, dinyatakan dalam kilogram per meter (kg/m). Kedua, kecepatan belt, dinyatakan dalam meter per detik (m/s). Keduanya diukur pada saat yang sama, di titik yang sama, pada area timbang.

Dari dua variabel itu, seluruh angka turunan dihitung. Tidak ada sensor yang mengukur tonase secara langsung, dan tidak ada sensor yang mengukur total produksi. Yang dilakukan integrator adalah mengalikan, lalu mengakumulasikan hasilnya terhadap waktu.

Rumus Dasar Laju Aliran

Langkah pertama dalam cara menghitung tonase belt scale adalah memahami bahwa hasil akhirnya berasal dari dua angka mentah: beban per meter dan kecepatan belt. Keduanya dikalikan lebih dulu, baru kemudian dikonversi ke satuan jam.

Laju aliran material dihitung dengan mengalikan beban per meter dengan kecepatan belt:

Q = q × v

  • Q = laju aliran (kg per detik)
  • q = beban material per meter belt (kg/m)
  • v = kecepatan belt (m/s)

Untuk mengubah hasilnya menjadi ton per jam, hasil perkalian dikalikan dengan 3,6. Angka ini berasal dari konversi 3.600 detik per jam dibagi 1.000 kilogram per ton.

Tph = q × v × 3,6

Sebagai pemeriksaan cepat di lapangan: bila beban terbaca 50 kg/m dan belt berjalan 2 m/s, maka laju alirannya 100 kg/detik atau 360 tph. Angka ini bisa dihitung dengan kalkulator sederhana, sehingga operator dapat memverifikasi apakah pembacaan layar wajar atau tidak.

Dari Laju Aliran ke Total Tonase

Total tonase bukan hasil perkalian laju aliran dengan waktu secara sederhana, karena laju aliran tidak pernah konstan. Beban material berubah mengikuti ritme umpan, dan kecepatan belt bisa berubah sedikit seiring beban motor. Karena itu integrator menghitung total dengan cara menjumlahkan hasil perkalian pada selang waktu yang sangat kecil, biasanya dalam orde milidetik.

Secara praktis, hasilnya dapat didekati dengan rata-rata laju aliran dikalikan durasi operasi:

Total (ton) = rata-rata tph × jam operasi

Pendekatan ini cukup akurat untuk pemeriksaan harian, misalnya membandingkan angka pada layar dengan hasil perhitungan manual dari catatan operator. Bila selisihnya jauh, kemungkinan ada perubahan laju aliran yang tidak tercatat, atau ada periode ketika jalur berhenti namun totalizer tetap berjalan.

Pemeriksaan pembacaan beban dan kecepatan pada integrator belt scale
Dua variabel yang diukur: beban per meter dan kecepatan belt.
Unit belt scale dengan integrator yang menampilkan laju aliran dan total tonase
Integrator menampilkan dua angka sekaligus: laju aliran dan akumulasi total.

Contoh Perhitungan dengan Angka Nyata

Berikut contoh dengan parameter yang sesuai unit yang kami pasok, agar gambaran hasilnya lebih konkret.

Contoh 1 — jalur belt 1.200 mm. Unit belt scale conveyor ICS-17B bekerja pada belt 1.200 mm dengan kecepatan rancangan 3,5 m/s dan kapasitas 2.500 tph. Pada kapasitas penuh, beban per meter yang harus ditanggung area timbang adalah 2.500 dibagi (3,5 × 3,6), yaitu sekitar 198 kg/m. Artinya setiap meter belt yang melintas membawa hampir 200 kilogram material.

Contoh 2 — jalur belt 800 mm. Unit belt scale ICS-14A bekerja pada belt 800 mm dengan kecepatan 2,15 m/s dan kapasitas 500 tph. Pada kapasitas penuh, beban per meter sekitar 65 kg/m. Beban yang lebih kecil inilah salah satu alasan unit ini dapat mencapai akurasi lebih ketat.

Contoh 3 — menghitung total shift. Bila jalur beroperasi pada rata-rata 850 tph selama 10 jam, total tonase shift tersebut sekitar 8.500 ton. Angka ini yang seharusnya muncul pada totalizer di akhir shift, dengan selisih beberapa persen sebagai rentang wajar akibat variasi aliran.

Faktor Koreksi 1: Sudut Kemiringan Jalur

Load cell hanya membaca gaya yang tegak lurus terhadap belt. Pada jalur miring, sebagian gaya berat material berubah menjadi gaya geser sehingga tidak terbaca. Berat efektif yang terukur mengikuti rumus:

W efektif = W aktual × cos θ

Pada sudut 15 derajat, nilai cosinusnya sekitar 0,966. Artinya pembacaan tanpa koreksi kehilangan sekitar 3,4% dari berat sebenarnya. Semakin curam jalurnya, semakin besar penyimpangan yang perlu dikompensasi.

Karena itu pemasangan pada jalur miring memerlukan pengujian yang lebih teliti, dan sudut di atas 18 derajat umumnya tidak direkomendasikan tanpa penanganan khusus. Penjelasan lengkap batas sudut beserta tabel kosinusnya ada pada halaman jasa instalasi dan commissioning belt scale.

Jalur conveyor dengan kemiringan yang mempengaruhi hasil perhitungan tonase
Setiap derajat kemiringan mengurangi gaya yang terbaca load cell.

Faktor Koreksi 2: Span Calibration

Rumus di atas hanya berlaku bila faktor span pada integrator sudah benar. Faktor span adalah angka pengali yang menyelaraskan pembacaan mentah sensor dengan beban sebenarnya. Nilainya ditentukan saat kalibrasi dengan rantai uji atau berat uji, dan berubah ketika komponen diganti atau belt mengalami regangan.

Kesalahan faktor span tidak terlihat dari pembacaan yang melompat-lompat. Yang terjadi justru sebaliknya: angka terlihat stabil dan wajar, tetapi menyimpang dengan selisih tetap. Kondisi inilah yang paling berbahaya karena sulit disadari tanpa pembanding.

Menghitung selisih tetap ini cukup sederhana. Bila pembacaan 1.000 tph sementara hasil verifikasi independen menunjukkan 990 tph, maka penyimpangannya satu persen. Pada operasi 20 jam sehari, selisih itu setara 200 ton per hari, atau sekitar 6.000 ton dalam sebulan operasi penuh.

Kesalahan Umum dalam Membaca Hasil

  • Menganggap tph sebagai total. Angka pada layar laju aliran adalah kecepatan produksi saat itu, bukan jumlah material yang sudah lewat.
  • Membandingkan totalizer pada periode berbeda. Total shift tidak dapat dibandingkan dengan total harian tanpa menyamakan rentang waktunya.
  • Mengabaikan kadar air. Material basah lebih berat. Bila laporan produksi memakai basis kering, angkanya akan lebih rendah dari pembacaan belt scale.
  • Mengabaikan material yang tertinggal. Sisa material pada belt dan chute membuat material yang tercatat tidak seluruhnya tiba di tujuan.
  • Memakai data setelah penggantian komponen tanpa kalibrasi ulang. Karakteristik sensor baru mengubah faktor span, sehingga rumus yang sama menghasilkan angka yang berbeda.
Pemeriksaan parameter kalibrasi pada unit belt scale setelah perhitungan tonase
Faktor span hasil kalibrasi menentukan apakah rumus menghasilkan angka yang benar.

Mengubah Hasil ke Basis Kering

Laporan produksi di banyak perusahaan dinyatakan dalam basis kering, sementara alat ukur menimbang material apa adanya. Selisih antara keduanya bisa cukup besar pada material dengan kadar air tinggi seperti batubara atau bijih hasil pencucian.

Ton kering = ton basah × (100 − kadar air %) ÷ 100

Sebagai contoh, bila totalizer menunjukkan 1.000 ton dan hasil pengujian laboratorium menyatakan kadar air 12%, maka berat keringnya sekitar 880 ton. Angka inilah yang biasanya dipakai pada rekonsiliasi dan perhitungan kualitas, sehingga perbandingan terhadap jembatan timbang sebaiknya memakai basis yang sama lebih dulu.

Perlu dicatat, kadar air tidak konstan. Material yang baru ditambang memiliki kadar air berbeda dari material yang telah lama berada di stockpile. Karena itu penggunaan satu angka kadar air untuk periode panjang akan selalu menyisakan selisih, dan angka itulah yang sering keliru dianggap sebagai kesalahan alat ukur.

Cara Cepat Memeriksa Apakah Angka Masuk Akal

Sebelum mencurigai kerusakan, ada tiga pemeriksaan sederhana yang bisa dilakukan operator tanpa alat tambahan.

  1. Periksa konsistensi beban. Lihat pembacaan beban per meter pada saat material konstan. Bila angkanya melompat tanpa perubahan aliran, masalahnya ada pada sensor atau area timbang, bukan pada material.
  2. Hitung ulang dengan rumus. Ambil beban rata-rata dan kecepatan belt, lalu kalikan dengan 3,6. Hasilnya seharusnya mendekati angka tph pada layar.
  3. Bandingkan total shift dengan perkiraan manual. Kalikan rata-rata tph dengan durasi operasi, lalu bandingkan dengan totalizer. Selisih besar biasanya menandakan ada periode jalur berhenti yang tidak tercatat atau perubahan aliran yang tidak terpantau.

Ketiga pemeriksaan ini tidak menggantikan kalibrasi, tetapi cukup untuk menentukan apakah keluhan tentang data tonase berasal dari alat ukur atau dari cara membacanya. Pengalaman di lapangan menunjukkan, sebagian besar keluhan selesai pada tahap ini sebelum ada komponen yang perlu diganti.

Ringkasan Rumus

  • Beban per meter: q (kg/m) dibaca langsung oleh load cell.
  • Laju aliran: Q = q × v (kg/detik).
  • Laju aliran per jam: tph = q × v × 3,6.
  • Total tonase: akumulasi Q terhadap waktu, didekati dengan rata-rata tph × jam operasi.
  • Koreksi kemiringan: W efektif = W aktual × cos θ.
  • Koreksi span: ditentukan dari hasil kalibrasi dengan rantai uji atau berat uji.
Jalur conveyor batubara untuk verifikasi hasil perhitungan tonase
Verifikasi berkala memastikan rumus menghasilkan angka yang sesuai kenyataan.

Menjaga Agar Angka Tetap Bisa Dipercaya

Rumus tidak pernah berubah, tetapi angka yang dihasilkannya bergeser. Karena itu cara menghitung tonase belt scale sebaiknya dianggap sebagai alat pemeriksaan, bukan pengganti kalibrasi. seiring kondisi mekanis jalur. Karena itu pemahaman rumus sebaiknya dilengkapi dengan dua kebiasaan: memverifikasi pembacaan secara berkala dengan alat ukur independen, dan menjalankan kalibrasi sesuai jadwal beserta dokumen hasilnya.

Prosedur kalibrasi di lokasi beserta berita acaranya dijelaskan pada halaman jasa kalibrasi belt scale. Bila penyimpangan angka sudah terlihat pada laporan harian dan tidak hilang setelah pembersihan serta kalibrasi, penyebabnya biasanya komponen yang perlu diganti — daftar komponennya ada di halaman spare part belt scale.

Untuk membandingkan kapasitas dan akurasi antar model, seluruh seri dirangkum pada halaman supplier belt scale Indonesia. Kebutuhan pemeriksaan langsung di lokasi dapat disampaikan melalui halaman kontak.

Similar Posts